BATAM – PT PLN Batam menegaskan bahwa pemadaman listrik yang meluas di wilayah Batam dan Bintan pada Senin, 12 Oktober 2026, tidak berkaitan dengan pengujian operasional maupun proses commissioning pusat data (data center) yang berkembang di Batam.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menyampaikan bahwa informasi yang mengaitkan gangguan kelistrikan tersebut dengan pengujian pusat data tidak benar. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan listrik untuk pengembangan pusat data telah diperhitungkan dalam perencanaan sistem kelistrikan PLN Batam.
Menurut Kwin, sistem kelistrikan Batam saat ini memiliki daya pasok sekitar 930 megawatt (MW), dengan beban listrik mencapai sekitar 780 MW. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem masih memiliki cadangan daya yang mendekati 20 persen.
PLN Batam Siapkan Peningkatan Kapasitas Listrik
Seiring dengan pertumbuhan industri dan investasi di Batam, kebutuhan energi listrik diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. PLN Batam menyatakan telah menyiapkan langkah pengembangan kapasitas pembangkit untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut.
Kwin menyebutkan bahwa kapasitas daya pasok ditargetkan meningkat menjadi sekitar 1.200 hingga 1.300 MW pada akhir 2027. Selain itu, kebutuhan listrik di Batam dilaporkan tumbuh lebih dari 15 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan konsumsi listrik nasional yang berada di kisaran 3–4 persen.
Untuk mengantisipasi pertumbuhan beban listrik pada periode 2027–2032, PLN Batam memperkirakan adanya penambahan kebutuhan daya sekitar 300–400 MW. Salah satu upaya yang direncanakan adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Pengembangan Teknologi Penyimpanan Energi
Selain menambah kapasitas pembangkit, PLN Batam juga merencanakan penerapan Battery Energy Storage System (BESS), yaitu sistem penyimpanan energi berbasis baterai. Teknologi ini diharapkan dapat membantu menjaga kestabilan pasokan listrik sekaligus meningkatkan kemampuan sistem dalam merespons perubahan kebutuhan daya.
BESS memiliki keunggulan dalam merespons kebutuhan daya dengan cepat dibandingkan sejumlah pembangkit konvensional. Kehadiran teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung keandalan sistem kelistrikan Batam–Bintan, terutama ketika kebutuhan energi terus meningkat.
Melalui pengembangan pembangkit dan penerapan teknologi penyimpanan energi, PLN Batam berupaya memperkuat cadangan daya serta mempersiapkan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung pertumbuhan industri, investasi, dan aktivitas masyarakat di wilayah Batam dan sekitarnya.
Sumber informasi: Kompas.com, berdasarkan keterangan Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, pada 18 Oktober 2026.

